Antara speed, cinta, dan kuda besi (3).

Lanjutan dari Cerita sebelumnya

ilustrasi3

Terdengar dibelakang knalpot fu masih di rpm tinggi, sedangkan samping kiri dan kanan pertigaan terlihat beberapa motor hendak berbelok/menyebrang untuk pindah jalur. Terlihat jg didepan beberapa kendaraan namun dengan sedikit meliuk rider fu menyalip dngn lincah. perhatian saya pun pindah pada motor bebek dikiri yg sedang menyalakan lampu sein, nampak rider bebek berbincang dengan boncenger-nya. Karena terlihat tidak ada inisiatif rider bebek untuk menyebrang saya tetap melaju, mungkin kec sekitar 70kmph. Tanpa disangka-sangka setelah dekat 4 meter rider bebek malah maju kedepan sehingga melintang dan reflek saya banting stang kekanan sambil membunyikan klakson.  mungkin 1cm lg bodi pio menyentuh ban depan motor itu.
Dengan jantung yg masih berdegup kencang saya melanjutkan pejalanan, setelah 1km pio saya belokan ke jalan kecil menuju rumah dila. Perjalanan masih 1,5 km lg, terasa kaki lemes kebangetan mungkin efek kaget kejadian tadi. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti sebentar di depan toko2 & pedagang makanan dipinggir jalan, pio saya parkir sebelah warung sate & saya menuju toko disebelahnya untuk membeli minuman. Setelahnya sambil duduk saya masih kepikiran kejadian tadi, mungkin kejadiannya akan berbeda jika banting stang ke arah kiri atau lebih awal membunyikan klakson.
Kalo lagi kaya gini ni berasa pengen curhat, sayang pacar pergi entah kemana ga ada kabar..
O iya dila? Buru2 saya ambil HP nge-cek siapa tau ada kabar, liat layar HP misscall 2 kali dila & dio. Wah.. Saya segera tersadar & melirik pio tapi kok pio jadi dikerubutin anak kecil.

20120929_184920b

Mereka tarik2 kopling, congkel2, terlihat jg seseorang berada disampingnya. Jangan2 maling?! Saya bergegas menuju pio, memusnahkan mereka dengan lampu blitz HP dan melanjutkan perjalanan. Fuh..

Beberapa menit kemudian akhirnya sampai jg ketujuan, rumah dila terlihat sepi. Kemana ya.. sambil membunyikan gembok pintu pagar besi saya bertanya-tanya dalam hati. Tak lama kemudian terlihat seorang gadis sambil tersenyum menuju pintu gerbang, kami bertatapan. ada perasaan aneh & terlintas dipikiran, gini kali ya rasanya kalo udah nikah..pulang kerja disambut hangat oleh senyuman manis istri tercinta… :mrgreen:

Kok bengong kak?! tiba2 dila berada dihadapan. Ah gpp kok.. sambil membantu dila membuka pintu gerbang saya menjawab, kamipun berjalan masuk. emang tadi lagi ngapain dila..?! saya lanjut bertanya. ga ngapa2in lg nonton tivi aj… lewat sini kak.. jawab dila sambil menunjuk jalan agar langsung menuju ruang tengah. Setelah duduk dila lanjut nonton tivi . saya melirik garasi disebelah, samar2 terlihat dari kaca jendela rumah sebuah motor CBR milik dila, yup..walaupun dila terkesan manja namun dalam kegiatan sehari-hari dia bukanlah cewe manja, selain menunggang kudabesinya jika tidak terlalu dikejar waktu dia lebih suka naik bus/kendaraan umum kekampusnya. pernah sekali saya bertanya kenapa ga pakai motor metik? jawaban dia simpel, biar ga digangguin cowo kl dijalan katanya. perhatian sayapun pindah disamping CBR yg biasanya sebuah versys milik dio nangkring disitu namun sekarang tidak ada ditempat.

Loh dio kemana dila?! oh.. kak dio pergi sama cwenya, bentar kak.. dila ngeloyor pergi menuju kamarnya terlihat dari tatapan matanya seperti sedang sedih. tak seberapa lama dila memberikan sebuah amplop, tebel bener amplopnya setebal batubata, khayalan pun terbayang swingarm r6, shockbreaker upside down, knalpot silent abbys, velg chemco, bannya apa ya.. batlax apa FDR?

chemco palang y baru

Sayang hayalan langsung menciut setelah amplop dibuka ternyata isinya campuran..

Cieee.. yg baru dapet duit traktir ramen donk… tiba2 dila nyeletuk

Eh..hayuu… kapan?! Sambil rada gelagepan saya pun menjawab (maklum brosis.. TP ga tau nama2 makanan asing, yang TP tau makanan paling nasi padang tapi kalo spaghetti tau juga sih..)

Sekitar jam 8 malam akhirnya kami sepakat untuk pergi bareng, karena motor dila mau dipakai adiknya dila jadi boncenger pio. kami menuju ciwalk bandung dari rumah dila di cimahi, sepanjang jalan saya masih kepikiran ramen tu apa ya.. ah.. paling juga kaya mie yamin karena yg saya tau dila paling demen makan mie2 gitu, tapi aneh badannya ga gemuk2. sepanjang jalan pun dila cerita kalau cowonya ketauan selingkuh lewat FB, dila tau password FB cowonya dari draft di HP cowonya dan tadi sebenarnya cowonya datang & karena dicuekin dila cowonya pulang sesaat sebelum saya datang. tapi entahlah, dari semua yg dila ceritakan ada perasaan aneh karena selama ini dila selalu menjaga jarak & menganggap saya sebagai kakek eh kakak tapi..

Setelah lewat perempatan kira2 2km dari rumah dila pio saya belok menuju jalan dua arah. Dila lebih banyak diam karena dijalan terlihat ramai dan tidak begitu lama sampai di sebuah lampu merah. Terlihat persis didepan pio ninja 150rr & ninja 150L modif abis. juga sekitar 3 meter disamping kiri ninja tadi sebuah motor pulsar baru. tak lama motor2 lain pun datang dan berhenti disamping & dibelakang dan entah mungkin hanya perasaan mereka pun kebanyakan melirik ke pio, apa mungkin karena lampu di speedometer ya.. tapi entah sadar atau tidak dila duduk dibelakang terasa jadi tambah mepet, mungkin karena jok pio yg licin & sedikit nungging membuat posisi duduk dila merosot terus. tiba2 dua motor ninja didepan meraung-raung, disusul dengan suara knalpot dan suara nguing2 suara mesin pulsar yg khas membuat suasana jadi sedikit tegang. entah sadar atau tidak tangan dila pun memeluk pinggang, dan benar saja setelah lampu berwarna hijau rider ninja dan pulsar membetot gasnya. ketiganya melesat dan karena penasaran pio berusaha mengikuti sekitar 5 meter dibelakang. namun setelah 100 meter 2 ninja tadi menurunkan kecepatannya & belok lewat U-turn. sang bajaj pulsar seperti tidak menurunkan kecepatannya, terlihat di speedometer pio kecepatan sekitar 100 kmph.

dtydfyf

Tiba2 si semok (nama pio TP) ngomong: ayo dong tarik bos udah lama ga sport nih.. gitu katanya brosis.. sabar mok sabar lagi boncengan nih… Walaupun jalan didepan terlihat sepi setelah lampu merah tadi saya  berusaha tidak memutar gas lebih dalam dan tetap bertahan di gigi 4, namun anehnya terasa kecepatan pio makin bertambah dari 100kmph terus bertambah dan sedikit demi sedikit posisi pulsar hampir sejajar dengan pio. Tanggung.. saya memutar grip gas sedikit & sekitar 120kmph lebih dan masih tetap di gear4 pulsar tersalip. Tiba2 saya tersadar menurunkan kecepatan karena beberapa meter didepan ada lampu merah yg baru saja berubah nyala dari hijau ke kuning. Tanpa diduga rider pulsar tetap melaju memotong jalan didepan pio menyilang dan langsung belok ke kanan perempatan lampu merah, walaupun memang pio dalam keadaan baru berhenti tapi lumayan bikin kaget. aww!! dila pun sampai teriak, aw kenapa dila?! karena kaget saya reflek bertanya, ngga.. mo bilang awas tapi ga jadi.. jawab dila.

Di lampu merah ada yg aneh dengan suara mesin pio, kok sekarang suaranya jadi ada bunyi nguing2 kaya pulsar. dalam posisi netral saya coba memutar gas lebih dalam dan setelah diperhatikan rpm speedometer mati, dan cek lebih lanjut kabel rpm dibawah speedometer copot,  jadi suara nguing2 tsb berasal dari ujung kabel rpm. akhirnya dipasang lagi & penunjuk rpm di speedometer kembali hidup, sayang suara nguing2 jadi hilang.

Setelah menunggu beberapa menit lampu menyala hijau, kami melanjutkan perjalanan dan setelah 1km jalanan macet. Saya memilih belok kekiri menuju jalan kecil walaupun sebenarnya dila ga setuju lewat jalan ini karena katanya ada kejadian2 aneh karena dulu ada kejadian yg sampai sekarang pun belum terungkap, namun karena dijalan itu juga masih banyak kendaraan saya tetap memutuskan melewati jalan tersebut. tapi lama kelamaan disekitar mulai sepi & dan tidak ada satupun kendaraan yg lewat. Suasana semakin gelap mencekam.

sepicss

Dila memasukan tangannya kedalam saku jaket yg saya pakai dan tangannya terasa dingin, perasaan pun menjadi tak karuan terlebih dila bilang tadi disamping kiri ada kuburan. sontak saya pun menambah kecepatan mungkin sekitar 90 kmph. Tak begitu lama terlihat sebuah motor bebek ditengah jalan & berlawanan arah menyalakan lampu sein hendak belok kekiri. Karena tidak ada reaksi dari pengendara motor tersebut dan sepertinya dia menunggu terlebih dahulu motor yg saya kendarai lewat, saya menambah kecepatan karena tidak mau rider di depan menunggu lama. Setelah beberapa meter lagi mendekat tidak disangka-sangka dari belakang motor bebek muncul sebuah motor metik belok melintang di depan. Pio saya rem sekuatnya, terlihat wajah ketakutan pengendara metik yg mungkin umurnya masih kelas 2 smp dan… Braakk!! ban depan pio menabrak body belakang metik dan saya terlempar salto ke depan, mungkin ini akibatnya gara2 dulu sering bilang “emang gue harus salto gitu?” di sosmed. akhirnya saya terjatuh dengan antara posisi kepala dan leher terlebih dahulu. kepala kleyengan dan tiba2 saya berada dibawah ranjang. segera saya raih HP disamping yg tergeletak dilantai yang mungkin ikut terjatuh dari atas tempat tidur, terlihat dilayar HP sedang browsing video di youtube scorpio top speed 170kmph. walaupun bahu & kepala masih sakit saya berusaha bangun menuju tempat biasa si semok pio tidur & ternyata pio masih dalam keadaan mulus. saya segera sadar ternyata semuanya hanya mimpi ketiduran di malming kelabu. Ah dila…

nia_ramadhani5.jpg_480_480_0_64000_0_1_0

~

~

~

~

note:

Cerita ini hanyalah hasil rekayasa. namun memang pada kenyataannya kendaraan semakin ramai, banyak sekali hal2 yg tidak terduga jalan raya. dan satu hal yang sering terlupa dalam memulai perjalanan adalah berdo’a terlebih dahulu.

Iklan

2 pemikiran pada “Antara speed, cinta, dan kuda besi (3).

  1. Ping balik: Kenapa harga Yamaha R15 cuma selisih 600 ribu dengan harga New vixion? | THEPIOZ

  2. Ping balik: Tuas rem ditarik lampu rem tetap mati? servis sendiri yuk?? | MOTORBLITZ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s