Antara speed, cinta, dan kuda besi (2).

Mumpung suasana masih malem minggu ni mas bro sis.. Mending lanjut cerita kmaren2, langsung saja cekidot:

ilustrasi

Pio dipacu sekitar 100km/jam lebih & byson pun tetap mengejar 2 atau 3 meter dibelakang, namun tanpa disangka terdengar sayup2 diantara suara kenalpot standar pio sebuah teriakan knalpot motor lain yg kemungkinan memakai kenalpot racing seperti byson. Pikiran langsung kalut, jgn2 kedua motor dibelakang memang mau nge-begal. Jalanan pinggiran kota waktu itu terlihat sepi & diantara satu dua mobil dan motor yg berlalu lalang pio dipacu, lirik spedometer kecepatan sekitar 115kmph.


Beruntung sekitar jarak 50 meter terlihat sebuah perempatan lampu merah yg cukup ramai. Saya menurunkan kecepatan dan mengambil lajur paling kanan karena memang hendak belok ke kanan. Kedua motor dibelakang yg ternyata tiger & byson menyalip dan langsung belok kiri.
Setelah beberapa menit terdengar lagi suara knalpot racing yg saya sudah kenal pasti satria fu. Semenit kemudian lampu hijau sang fu menggeber-geber gasnya seperti tak sabar untuk menyalip, saya ber-ininsiatif segera menyalip angkot didepan secepatnya, walaupun dijalan sedikit macet.

iustrasi2

Setelah beberapa kali menyalip rider fu tetap dibelakang meng-geber2 motornya. Setdah, didepan aja sudah kedengeran berisik apalagi dibelakang, pikir saya. Lama kelamaan saya pun terprovokasi. Terlihat beberapa meter lg masuk perempatan lampu merah menuju jalan 2 arah yg cukup lebar, terlihat juga diperempatan kendaraan2 depan belakang samping kanan masih berhenti dilampu merah dan pio langsung belok kiri dan sebelum belokan habis pio langsung dipuntir gas-nya. Sesuai dugaan rider fu dibelakang memacu motornya hampir bersamaan dengan pio. Setiap perpindahan gigi saya lakukan dengan secepatnya hingga terasa hentakan tarikan pio yg membuat badan terasa terbawa kebelakang. Setelah jarak 100 meter posisi fu berada disebelah kanan pio sekitar 2 motor dibelakang. jalanan yg agak berbelok ke kanan menguntungkan fu untuk menyalip pio.

ilustrasi3

lirik speedometer sekitar 115kmph dan tiba2! Didepan sebelah kiri ada pertigaan dan diseparator jalan terdapat jalur untuk kendaraan berputar arah (u-turn), terlihat beberapa motor menyalakan lampu sein dan saya pun segera mengurangi kecepatan namun terdengar suara fu di belakang tidak sedikitpun mengurangi kecepatan.

simpang

Bersambung… :mrgreen:

~

~

~

Iklan

Satu pemikiran pada “Antara speed, cinta, dan kuda besi (2).

  1. Ping balik: Antara speed, cinta, dan kuda besi (3). | THEPIOZ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s