2 solusi kemacetan yang disebabkan oleh angkot.

angkot parkir

Bicara tentang kemacetan dipikir-pikir kaya punya mantan yang rumahnya di depan rumah kita, mau lupain tetep kepikiran, mau cuek tetep keliatan.. biggrin . Yup.. Gimana gak kepikiran tiap hari orang pasti ada di jalan raya apalagi pas ketemu macet. Ngomong-ngomong tentang kemacetan banyak yang bilang angkot salah satu penyebab kemacetan, sebabnya karena angkot sering ngetem dan sering berhenti mendadak. Ada yang bilang juga berhentinya angkot ini hanya Tuhan dan Supir angkotlah yang tahu, Lalu bagaimana caranya supaya angkot tidak bikin macet lagi?

  1. Satukan pengusaha angkot dalam satu bentuk perusahaan misalnya koperasi, semua hasil dikumpulkan lalu gaji untuk supir angkot diberikan sebulan sekali dengan nilai sama rata, atau bila memungkinkan bisa juga seminggu sekali. Dengan begitu tidak ada lagi angkot yang berlama-lama ngetem karena tidak ada kejar setoran dari masing-masing supir angkot. selain itu dengan bersatunya pengusaha angkot dalam satu perusahaan subsidi BBM bisa langsung diberikan ke perusahaan ini sehingga diharapkan ongkos bisa lebih murah.
  2. Jika masih macet, pisahkan masing jalur jalan dengan 3 lajur yang biasanya terjadi kemacetan seperti gambar dibawah :

pembagian jalan

Dalam prakteknya mengatasi kemacetan yang ditimbulkan oleh angkot mungkin tidak semudah apa yang dibayangkan, perlu sosialisasi yang tepat. Minimal harus ada kesadaran dari pemilik angkot karena pada kenyataannya saat ini banyak orang yang tidak mau naik angkot dengan alasan-alasan tertentu. Sederhananya masyarakat sekarang ini seperti ditawarkan 2 pilihan naik motor kehujanan & kepanasan atau naik angkot dengan tidak (terlalu) kepanasan & kehujanan namun dengan ongkos yang lebih mahal. Jika orang menilai naik angkot sebagai alternatif yang lebih nyaman & murah otomatis orang akan kembali melirik angkot.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s