Pro kontra pengendara motor menyalakan lampu utama di siang hari, perlukah ditinjau ulang?

headlamp motor mati motorblitz

Bro & sis mungkin sudah tau tujuan menyalakan lampu utama sepeda motor adalah untuk keselamatan pengendara itu sendiri, dengan menyalakan lampu motor kendaraan lain dengan mudah mengetahui posisi motor. Namun banyak juga pemilik motor merasakan setelah menyalakan lampu di siang hari motornya lebih boros, aki lebih cepat tekor, lampu utama dan lampu rem lebih sering putus, pertanyaannya :

Kalau mampu membeli motor kenapa gak bisa mengganti lampu putus? lagian nyawa lebih berharga daripada harga lampu bukan??
Lho..kalau pemilik motor mampu kenapa gak beli mobil? Kalau urusan nyawa lebih aman pake mobil kan??

Pertanyaaan diatas hanya salah satu contoh pro dan kontra yang ada di sosial media. Pada kenyataannya, sejak pertama diberlakukannya peraturan ini kurang lebih 3 tahun yang lalu sampai sekarang ternyata masih banyak yang melanggar.

headlamp motor mati motorblitz2

Contohnya seperti photo di atas, hanya kurang dari satu menit MB menepi di jalan & berhasil menjepret pengendara motor yang tidak menyalakan lampu, padahal sekitar 1 km ada kantor polisi yang biasanya selalu mengadakan razia didepan. Lalu apa sebenarnya penyebab pengendara motor enggan menyalakan lampu motor di siang hari?

Selain issue motor lebih boros dan aki cepat tekor efek lain dari menyalakan lampu siang hari bohlam lampu jadi sering putus terutama low beam, entah karena bosan atau tidak mampu mengganti lampu akhirnya headlamp selalu menggunakan high beam. Jangan heran jika banyak motor dimalam hari hanya menggunakan high beam, tentu pengendara lain akan silau dan membahayakan jika cahaya dari lampu high beam dinyalakan siang atau malam hari.

Selain itu bohlam lampu yang mengeluarkan panas akan semakin panas jika terkena langsung sinar matahari, sehingga reflektor dan kaca mika headlamp lebih cepat kusam, akibatnya dimalam hari cahaya lampu lebih redup.

saklar dim

Di motor-motor tertentu ada juga sebuah saklar isyarat dengan menggunakan high beam(lampu dim), lampu dim ini sangat berguna digunakan siang hari untuk mengisyaratkan/memastikan kita berbelok atau jalan lurus kepada pengendara lain. Namun karena lampu low beam menyala isyarat ini tidak terlihat jelas di siang hari, akibatnya pengendara motor harus lebih sering menggunakan klakson.

Dari 3 kejadian ini bisa disimpulkan tidak semua komponen kelistrikan sepeda motor siap jika lampu utama dinyalakan siang hari termasuk dengan motor yang bersistem AHO, pengalihan fungsi headlamp dari lampu penerangan diwaktu malam menjadi lampu isyarat bagi pengendara lain di siang hari seperti kurang tepat, sesuatu yang safety di siang hari belum tentu juga sefety di malam hari.

Selain terbentur dengan masalah teknis seperti diatas ada juga masalah etika, masyarakat di Indonesia yang terkenal dengan rasa toleransi yang tinggi seperti enggan bertemu dengan sekumpulan orang dengan lampu depan yang menyala. Misalnya ketika lewat gang, ke tempat ibadah, atau tempat pesta pernikahan yang terkesan kurang sopan jika menyalakan lampu utama, karenanya banyak juga pemilik motor menambahkan saklar walaupun motornya sudah AHO. Kita juga sebagai orang Indonesia tidak mau budaya tenggang rasa ini harus hilang bukan?

Trus solusinya gimana?

Solusinya biarlah fungsi headlamp sebagai penerangan dan lampu dim berlaku seperti biasanya dan untuk fungsi lampu isyarat atau disebut juga lampu DRL(Daytime Running Lights) menggunakan lampu tambahan yang terbuat dari lampu led. Lampu led ini harus bisa dilihat jelas dengan jarak kurang lebih 200 meter, untuk itu minimal lampu led yang digunakan lampu led jenis superflux.

superflux led

Warna lampu DRL ini berwarna putih cerah atau kuning cerah seperti lampu kabut. Agar lampu DRL ini tidak menyilaukan dimalam hari ditambahan pula sebuah saklar otomatis yang akan menonaktifkan lampu atau membuat lebih redup cahaya lampu DRL ketika malam hari, saklar otomatis ini biasanya menggunakan resistor cahaya atau yang disebut juga resistor LDR. Selain dengan resistor LDR bisa juga diganti dengan sebuah relay. Perkiraan biaya merakit termasuk biaya pemasangan tidak lebih dari Rp 50.000, lebih murah daripada mengganti sebuah reflektor baru kan..

_FOTOCEL

 

Banyak yang bilang peraturan menyalakan lampu utama motor ini karena diluar negeri juga berlaku peraturan yang sama, yuk kita intip bagaimana penerapan tentang DRL diluar negeri?

Di eropa ternyata mobil pun memasang lampu DRL yang terbuat dari lampu led karena lampu led tidak mengeluarkan panas & hemat listrik. Warna yang digunakan adalah warna putih cerah karena lebih cepat terlihat walaupun kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi di siang hari.

220px-LED_DaytimeRunningLights

Lampu led yang diletakan disekitar Headlamp seperti photo diatas bukan hanya untuk memperindah mobil, namun fungsi utamanya sebagai lampu DRL dan jika dilihat dari depan dengan jarak beberapa meter akan terlihat seperti ini :

220px-Audi_R8_Led_20080225

 

Lalu bagaimana dengan lampu DRL untuk sepeda motor?

Lampu DRL untuk motor hampir sama dengan mobil, dua lampu led diletakan disekitar headlamp :

dsaebaycouk

IMAG0496_

IMAG0498_motorcycle-talknet

Pada prakteknya dijalan raya, terkadang dua motor sejajar berdampingan yang menghidupkan lampu utama di siang hari tampak seperti sebuah mobil, dengan mengganti lampu utama dengan dua lampu DRL ini pengendara lain pun lebih mudah membedakan antara lampu motor dan mobil. Lampu utama motor hanya digunakan di siang hari ketika cuaca mendung gelap dan ketika turun hujan.

Sebenarnya pengendara motor bisa juga mematuhi peraturan lalulintas asalkan dampak peraturan tidak langsung merugikan pengendara motor. Sosialisasi juga penting karena untuk merubah kebiasaan berkendara juga perlu waktu penyesuaian, dengan sosialisasi yang tepat pengendara motor pasti mengerti kegunaan peraturan tersebut. Contohnya dulu banyak pengendara motor menggunakan helm cetok atau helm proyek, namun sekarang hampir semua pengendara motor menggunakan helm SNI bahkan beberapa merk helm menjadi trend hingga sekarang. Jika helm bisa kenapa lampu led DRL nggak bisa?

 

 

Referensi :

nrd.nhtsa.dot.gov/pdf/nrd-01/esv/esv19/05-0178-W.pdf

en.wikipedia.org/wiki/Daytime_running_lamp

 

pic credit :

-o-digital.com

-dsaebay.co.uk

-en.wikipedia.org

-motorcycle-talk.net

Iklan

5 pemikiran pada “Pro kontra pengendara motor menyalakan lampu utama di siang hari, perlukah ditinjau ulang?

  1. Wkwkwkwk, tetap di tilang Mas bro, soalnya saya juga melakukan hal begini di motor scorpio saya. dan saya di stop saat ada razia lampu di jalan bypass rawamangun jakarta timur. Alasan pak polisi itu (lampu led/DRL) bukan kelengkapan standar sepeda motor dan bukan lampu besar (head lamp). sedangkan peraturannya adalah “wajib menyalakan lampu besar pada siang hari”. Lain klo di mobil menggunakan DRL krn mobil tidak diwajibkan menyalakan lampu besar di siang hari. ngak percaya?? coba saja.. wkwkwkwkwkwk

    Suka

    • Wah kalo di Indonesia sih jangan coba2 bisa ribet deh urusan, btw di Indonesia motor diwajibkan menyalakan lampu besar di siang hari itu lampu jarak jauh atau lampu jarak dekat ya sob?

      Suka

  2. Ping balik: Headlamp lampu LED vs Halogen, mana yang lebih bagus dan terang? | MOTORBLITZ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s